You Are Mine, Viona : The Revenge

Bertemu kembali



Bertemu kembali

2Udara pagi hari di musim gugur terasa lebih dingin walau ada matahari yang muncul dilangit pagi hari , hembusan angin yang menusuk membuat para pekerja harus menggunakan pakaian ekstra supaya tak kedinginan selama ada diluar rumah ketika akan menuju tempat kerja . Begitupula dengan Viona yang tak tahan angin di musim gugur dia lebih menyukai musim salju yang lembab dan licin itu daripada musim gugur .     2

Viona memakai jaketnya untuk menutupi tubuhnya dari udara dingin ,  dengan mempercepat langkahnya Viona berjalan menuju stasiun bawah tanah untuk menuju rumah sakit . Sudah tiga hari ini Andrew tak menjemputnya karena ia harus menangani banyak kasus dikantor polisi dan Viona paham akan hal itu , lagipula ia tak bisa selamanya merepotkan Andrew . Setelah sampai di stasiun udara terasa hangat karena sistem penghangat yang dimiliki stasiun , saat Viona sampai ke stasiun belum banyak orang yang datang karena memang hari masih pagi dan Viona sudah terbiasa bangun pagi sejak dulu jadi begitu ia bangun pagi maka Viona akan bersiap-siap untuk berangkat kerja .     

Tak lama kemudian kereta datang Viona bergegas untuk masuk karena sudah ada orang yang menunggu di stasiun terahir tempatnya turun , Viona ingin sarapan bersama dengan orang itu karenanya hari ini barang bawaannya cukup banyak . Setelah hampir tiga puluh menit akhirnya Viona turun di stasiun tujuannya dengan bergegas Viona berjalan menuju pintu keluar dan dari kejauhan ia sudah melihat orang yang menunggunya di dekat pintu keluar dengan menggunakan jaket kulitnya .     

" aku bawakan vio kau cepat masuk mobilku , dingin sekali diluar " ucap Andrew begitu bertemu Viona ia merebut tas yang berisi makanan paginya yang sudah dibuat Viona .     

Viona mengangguk pelan lalu bergegas masuk ke mobil disusul Andrew dibelakang , sesampainya di dalam mobil Viona melepas scaft yang menutup lehernya karena merasa seperti tercekik menggunakan itu . Andrew hanya tersenyum melihat Viona yang kerepotan sendiri dengan pakaiannya .     

" mana cangkirnya sini aku tuangkan kopi ini untukmu " ucap Viona sambil membuka termos air yang berisi kopi hangat untuk Andrew .     

" jangan banyak-banyak Vio aku bisa kenyang sebelum makan sandwich buatanmu" pekik Andrew saat Viona sedang menuangkan kopi untuknya .     

" ok ok maaf " jawab Viona sambil meletakkan termos kopinya di atas dashboard mobil dinas Andrew .     

Setelah meminum kopi Andrew lalu menikmati sadwich isi grill ikan salmon buatan Viona , sejak pertama kali mencoba masakan Viona ia merasa ketagihan karena menurutnya masakan Viona lebih enak dari buatan pelayannya dirumah , sejak sang ibu meninggal ketika Andrew berumur 10 tahun ayahnya menikah lagi dengan perempuan yang sudah punya anak satu . Sejak saat itu Andrew hanya memakan masakan pelayannya yang sudah ikut bekerja dengan orang tuanya sedari lama dan baru merasakan buatan orang setelah Viona memasak untuknya .     

" pelan pak polisi kau makan seperti tak makan satu minggu " ucap Viona sambil mengelap bibirnya dengan sapu tangan karena sudah selesai makan sementara Andrew masih memakan sandwich yang ketiga .     

" ya semalaman aku bergadang sampai pagi banyak kasus yang aku kerjakan vio , makanya pagi ini aku merasa lapar sekali mungkin karena aku terlalu banyak menggunakan tenagaku semalam  " jawab Andrew membela diri .     

" oke oke aku percaya sebagai seorang pelayan masyarakat memang berat tugasmu " celetuk Viona sambil merapikan kotak makannya yang sudah kosong karena isinya sudah dihabiskan oleh Andrew .     

Hari ini Viona membuat sandwich sebanyak 8 potong yang ia bagi ke dalam dua kotak makan , kotak makan pertama sudah habis setelah isinya dihabiskan oleh Andrew sementara Viona hanya makan satu potong yang menurutnya sudah lebih dari cukup itu karena biasanya Viona hanya makan satu pancake dan segelas teh chamomile hangat sebagai pengisi energi paginya .     

" ini untuk makan siangmu " ucap Viona sambil memberikan satu kotak makan untuk Andrew .     

Menerima kotak makan dari Viona membuat mata Andrew berbinar-binar seperti anak kecil yang mendapat hadiah yang diidam-idamkan hingga membuat Viona tertawa , ia tak menyangka ada sisi seperti itu dalam diri Andrew yang terkenal serius itu . Tak begitu lama kemudian Andrew menyalakan mobilnya untuk mengantar Viona ke rumah sakit untuk bekerja karena sudah jam 7 pagi , Viona punya kebiasaan setiap pagi harus mengecek satu demi satu perkembangan pasiennya walau belum jam masuk waktu kerjanya . Viona akan memeriksa berkas dari dokter jaga sebelumnya untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat .     

" oke terima kasih pak polisi atas tumpangannya , aku masuk ya dan jangan lupa habiskan makan siangmu karena kalau tak habis aku akan marah padamu " ucap Viona sambil tertawa saat turun dari mobil Andrew .     

" yes mam " jawab Andrew sambil melambaikan tangannya pada Viona , Setelah Viona tak terlihat lagi Andrew kemudian memacu mobilnya untuk pergi ke kantornya dengan hati berbunga-bunga karena dibuatkan makan siang juga oleh Viona .     

Saat viona berganti pakaian dengan pakaian kerjanya di loker masih sepi karena memang masih terlalu pagi , ia kemudian berjalan ke ruangan kerjanya dengan membawa file yang sudah ia minta dari suster dimeja penjagaan depan . Viona dengan serius membaca berkas pasien-pasiennya satu demi satu tak lama kemudian teman-teman sejawatnya mulai berdatangan satu persatu , mereka lalu melakukan breefing pagi seperti biasanya saat akan memulai pekerjaan di pimpin oleh professor Frank yang nampak sedang bad mood karena beberapa kali menegur para suster yang datang terlambat .     

" oke silahkan kembali ke tugas kalian masing-masing , hari ini akan sibuk " ucap Frank menutup breefing paginya tanpa melirik ke arah Viona sedikitpun , ia kemudian berjalan pergi menuju ruangannya di ikuti dua orang dokter koas yang sedang belajar pada Frank .     

" ada apa dengan profesor pagi ini dia terlihat tak seperti biasanya "     

" entah lah mungkin sedang bertengkar dengan kekasihnya "     

" benerkan ? yang aku dengar profesor sangat pemilih soal wanita dan gosipnya dia masih single "     

" kaya , pintar , punya pekerjaan bagus oh tipe suami idaman "     

Terdengar bisik-bisik para suster ketika selesai breefing membicarakan sikap profesor Frank , Viona hanya tersenyum simpul mendengar perkataan suster-suster itu ia kemudian berjalan ditemani dokter Rita yang merupakan dokter baru dirumah sakit dan ditugaskan untuk menjadi asisten Viona selama beberapa bulan kedepan .     

Saat jam makan siang tiba-tiba ada kabar bahwa rumah sakit terpilih sebagai tempat untuk melakukan pre-employment medical check up atau medical check up sebelum kerja, yaitu pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum pekerja diterima untuk melakukan pekerjaan di kantor Endurance Corporation sebagai prosedur penerimaan karyawan baru , Viona yang sedang makan siang tak mengetahui apapun ia meminta asistennya untuk menggantikan pekerjaannya karena untuk melakukan medical chek up tidak membutuhkan dokter khusus seperti Viona . Ia menikmati makan siangnya bersama dengan dokter divisi lain sambil membahas hal-hal yang berkaitan dengan pasien dan kasus-kasus penting lainny yang hanya bisa dipahami oleh dokter saja , tiba-tiba saja datang seorang suster datang dengan berlari-lari .     

" dokter dokter viona anda di di panggil oleh profesor frank di laboratorium sekarang juga " ucap suster itu dengan nada yang tersengal-sengal karena berlari .     

" ok ok , lebih baik kau duduk dulu sus tenangkan dirimu dan minum air ini saya akan kesana " sahut Viona sambil menyerahkan segelas air putih untuk suster yang memanggilnya itu .     

Melihat suster yang nampak terburu-buru Viona berfikir pasti ada hal penting yang telah terjadi ,ia kemudian berjalan meninggalkan makan siangnya yang belum selesai menuju ruang laboratorium dimana profesor Frank menunggunya. Tanpa ada rasa curiga apapun Viona berjalan masuk kedalam ruangan laboratorium dimana Fernando sudah menunggunya karena ingin memberikan kejutan pada Viona .     

" permisi " ucap Viona sambil membuka pintu laboratorium lalu berjalan masuk , langkahnya terhenti ketika melihat Fernando tengah duduk dikursi bersama dengan beberapa orang dan profesor Frank .     

" silahkan duduk dokter " titah profesor Frank dingin .     

Viona duduk disebuah kursi yang sudah disiapkan sebelumnya dihadapan Fernando yang sejak tadi tersenyum padanya , sedangkan profesor Frank nampak menatap tajam dirinya sejak ia datang ke ruangan itu .     

" hari ini ada medical check up di rumah sakit ini kenapa anda tak ikut andil bagian dokter ? " tanya profesor Frank dengan datar .     

" saya kira sudah banyak dokter yang melakukannya dan saya ...     

Brakkk     

Profesor Frank memukul meja dengan tangannya hingga membuat Viona tak bisa menyelesaikan perkataannya karena kaget .     

" jadi kau anggap sepele sebuah medical check up itu dokter ?? " bentak profesor Frank dengan suara tinggi .     

" tidak dok , maaf saya salah " jawab Viona dengan tenang walaupun ia sangat terkejut melihat Frank marah seperti itu .     

" pergilah ke ruang pemeriksaan organ vital wanita lalukan tugasmu disana " ucap profesor Frank sambil berdiri dan diikuti oleh Fernando dan beberpa orang lainnya yang merupakan karyawan Fernando .     

Viona hanya bisa diam kemudian bangun dari kursinya dan berjalan keluar menuju ruangan yang sudah disebutkan oleh profesor Frank sebelumnya , saat akan masuk ia merasakan ada rasa aneh didalam dirinya .     

" mungkin ini karena efek bentakan dari profesor frank tadi " gumam Viona mencoba membunuh rasa aneh itu , ia memegang gagang pintu dan masuk ke dalam ruangan pemeriksaan , jantungnya terasa seperti akan berhenti ketika melihat orang-orang yang akan dia periksa .     

" kalian......     

^^     

Hallo kakak-kakak semua terima kasih sudah mengikuti You are mine , Viona  yang merupakan cerita kedua saya , saya harap kakak-kakak menyukainya , terus dukung saya dengan menekan bintang dan gambar jempol ya ...     

Terima kasih     

~~ Bersambung     


Tip: You can use left, right, A and D keyboard keys to browse between chapters.