Bos, Aku Membencimu: Tetapi Kamu Membuatku Jatuh Cinta

Dia Seolah Tidak Melihatnya



Dia Seolah Tidak Melihatnya

Saat ini, Beiming Yechen sungguh seperti orang gila saat memukul Beiming Shaoxi.         

    

Beiming Shaoxi berdiri di sana dengan dingin, raut wajah yang sabar menahan pukulannya tetapi tidak membalasnya.     

Beberapa pengawal yang sudah bersiap mengangkat pistol dan akan menembak ke arah Beiming Yechen pun berkata, "Tuan ketiga, maaf ya!"     

Tubuh Beiming Yechen yang kaku, menatap ke arah Beiming Shaoxi dengan tatapan tidak percaya, "Kenapa, kamu masih mau membunuhku?"     

Raut wajah Beiming Shaoxi yang dingin dan suram, lalu memukul ke arah pengawal itu dengan marah, "Dasar orang yang tidak tahu diri."     

Pengawal yang dipukul sampai terjatuh itu melihat ke arah Xin Keqi….     

Tatapannya sangat cepat, tetapi Ji An'an sebagai penonton telah melihatnya atau hanya dirinya sendiri yang menyadarinya.     

Benarkah para pengawal juga sudah tunduk kepada Xin Keqi? Apakah Beiming Shaoxi sama sekali tidak bisa merasakan sama sekali? Ataukah karena terlalu percaya…. Sampai percaya buta? Wei'er, di mana kamu sebenarnya?     

Hati Ji An'an menciut, ia mulai sadar bahwa situasi saat ini sudah sangat kacau dan aneh. Namun hal baiknya adalah, Beiming Shaoxi masih menyadari dan mengenali Beiming Yechen, paling tidak pria itu masih bisa mengalah dan melindungi adiknya.     

Untungnya dalam beberapa hal, Beiming Shaoxi tidak berubah begitu banyak seperti yang dibayangkannya. Namun mengenai Leo dan kakek Beiming… bagaimana ceritanya dia memperlakukan mereka seperti itu?     

Ya, terlalu banyak pertanyaan yang sedang menunggu jawabannya.     

Tinjuan Beiming Yechen sekali lagi mendarat ke dada Beiming Shaoxi, dengan pukulan yang sangat kuat dan tidak seperti dibuat-buat.     

Beiming Shaoxi mundur dua langkah, tulang dadanya terasa sangat sakit hingga raut wajahnya menjadi suram. Ia pun berkata, "Cukup, apakah perlu aku memanggil orang untuk mengurungmu? Atau mencari dokter untuk mengobati penyakit gilamu?"     

"Aku tidak gila, yang gila adalah kamu!"     

Beiming Yechen seketika mengangkat kerah baju Beiming Shaoxi, lalu dengan marah berkata, "Buka matamu dengan besar dan lihat wanita di sampingmu itu, kamu sekarang sedang bersama dengan seekor ular beracun!"     

Beiming Shaoxi perlahan-lahan mengerutkan keningnya dan mengangkat tangan untuk memegang dahi Beiming Yechen, "Rasanya tidak demam, apakah kamu mengidap penyakit lain?"     

Beiming Yechen sangat marah.     

Ji An'an yang melihat bahwa Beiming Yechen mau memukul, ia pun segera menahan dan memegang tangannya, "Yechen, jangan memukulnya lagi!"     

Sekarang situasinya sudah begitu kacau, apa yang akan terjadi kalau mereka malah terlibat saling pukul?     

Beiming Yechen sangat marah dan mendorong Beiming Shaoxi. Ia memalingkan wajah dan melihat ke arah Ji An'an, "Kakakku sudah berubah menjadi begini, apa kamu masih mau menolongnya?"     

Tatapan Beiming Shaoxi mengarah ke arah Ji An'an sekilas lalu segera kembali berpindah.     

Pria itu seolah, tidak mengenal sama sekali…     

Padahal sebelumnya, meski Ji An'an mengenakan riasan atau bahkan mendandani dirinya seperti nenek-nenek, pria ini masih bisa mengenalinya.     

Apalagi, Beiming Shaoxi pernah mengatakan kepadanya, bahwa kalau dirinya mendekat, maka ia bisa merasakan keberadaannya.     

Sekarang Ji An'an hanya memakai topeng, namun dari tadi sampai sekarang, Beiming Shaoxi seolah bersikap tidak mengenalnya.     

"Tuan Beiming, kalau kamu sedang sibuk, maka apakah boleh kita pergi dulu?" Tanya Ayah Ji yang mulai merasa bahwa situasinya sedang tidak beres.          

    

Xin Keqi yang dari tadi tidak berbicara pun hanya tersenyum, lalu berjalan ke arah sana sembari menegur, "Ayah…."     

Mendengar panggilan itu, Ji An'an pun langsung tertegun.     

"Bukankah sudah kubilang, setelah acara ini selesai, kita bisa makan malam bersama? Setiap akhir pekan, kita selalu akan bersama di hari keduanya." Ucap Xin Keqi mengulurkan tangan untuk memeluk Ayah Ji ke dalam pelukannya. Kemudian, ia menambahkan dengan nada bicara yang manja, "Aku telah membuat kue spesial buatanku sendiri dan berharap Ayah mau mencobanya."     

Raut wajah Ayah Ji menjadi kaku, dan satu tangannya menepuk pundak Xin Keqi, "Baik… baik. Aku mau mengikuti apapun yang kamu inginkan."     

Sekali lagi, jawaban ayahnya itu membuat darah di tubuh Ji An'an terasa membeku.     

Astaga, kenapa wajah Xin keqi bisa begitu tebal? Bagaimana bisa dia memanggil Ayah Ji dengan sebutan ayah….     

"Shaoxi, kita sebaiknya pulang sekarang saja. Lagi pula, pertunjukannya juga sudah hampir selesai. Selain itu, Beiming Yechen juga sudah pulang." Ucap Xin Keqi tersenyum menatap ke arah Ji An'an.     


Tip: You can use left, right, A and D keyboard keys to browse between chapters.