Masa Mudaku Dimulai Bersamanya

Pria Impiannya



Pria Impiannya

3

Huo Mian mendesah lega ketika melihat siapa orang itu. 1

"Lingling, apakah kau mencoba menakutiku sampai mati?"

"Hey, ku pikir kita sepakat bahwa kau menungguku di depan pintu dulu lalu kita masuk bersama. Aku tak percaya kamu masuk lebih dulu," kata Lingling sambil menarik kursi dan duduk di samping Huo Mian.

"Tadi aku menunggumu di depan, tapi aku melihat teman lamaku di dekat pintu. Dia mengatakan bahwa semua orang ada di atas, jadi aku naik ke atas. Huo Mian tersenyum lembut.

Yang menyapanya adalah Zhu Lingling, sahabatnya sejak SMA, yang sekarang menjadi pramugari maskapai penerbangan internasional. Dia adalah seorang gadis cantik dan satu-satunya teman dekat Huo Mian. Seperti juga halnya Huo Mian, dia ramah dan sangat baik hati.

"Lingling, aku pikir kamu sibuk akhir-akhir ini."

"Bagaimana aku tidak sibuk? Aku sangat sibuk! Kami seharusnya terbang ke kota Xing hari ini, tapi aku tidak ingin ketinggalan reuni kita jadi aku meminta rekan kerjaku untuk mengganti posisiku. Oh hey, dimana doktermu? Kenapa kau tidak membawanya?"

"Dia memiliki jadwal operasi hari ini jadi dia tidak bisa ikut"

"Lumayan, lumayan. Aku melihat masa depan yang cerah dan menjanjikan baginya. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan pencarian rumah baru kalian?"

"Kami sudah kesana. Dari tiga apartemen yang kami kunjungi, ada satu yang kami berdua sukai. Kami akan berbicara dengan orang tuanya tentang hal itu sebelum membuat keputusan akhir."

"Wow, cepat sekali. Dimana letaknya? Membeli tempat baru adalah masalah besar, jadi kamu sebaiknya memikirkannya terlebih dahulu," kata Zhu Lingling

"Letaknya di Ring Road ke-3 sehingga butuh sedikit lebih dari 20 menit untuk bisa pergi bekerja dengan bus. Ini cukup nyaman," jawab Huo Mian sambil tersenyum samar.

"Bagus, aku dengar apartemen di Jalan Lingkar 3 bernilai rata-rata 8.000 Yuan per meter persegi. Pacarmu pasti punya tabungan kalau begitu!" Zhu Lingling berseru kagum.

"Ini tidak akan menjadi pembayaran satu kali. Kami hanya menempatkan uang muka untuk saat ini, dan kami berdua perlahan-lahan akan membayar sisa hipotek. Kami masih muda, dan punya banyak waktu."

"Jadi... setelah membeli apartemen, apakah kalian akan menikah?" Zhu Lingling bertanya sambil meraih tangan Huo Mian.

"Ya, sepertinya begitu, jika tidak ada hal yang tidak terduga terjadi." Huo Mian mengangguk.

"Mian."

"Yah?"

"Apakah kamu yakin bahwa kamu bersedia... menikah, seperti ini?" Zhu Lingling tiba-tiba bertanya, dengan ekspresi serius di wajahnya.

"Pada saat ini, apakah itu masalah jika aku bersedia atau tidak?"

"Mian, kamu tahu apa yang ku maksud. Apakah kamu benar-benar lupa tentang dia?" Zhu Lingling merendahkan suaranya menjadi bisikan, tetapi Huo Mian masih mendengar setiap kata dengan jelas. Raut kesedihan muncul di matanya, dengan sakit hati yang tidak terbaca.

"Apa gunanya? Jadi bagaimana jika aku tidak mau? Beginilah seharusnya hidupku, dan aku sudah menyerah padanya. Aku menyerah dari 7 tahun yang lalu," kata Huo Mian sambil tersenyum pahit,

Ketika Zhu Lingling hendak mengatakan sesuatu yang lain, pintu-pintu ruang VIP terbuka, mendorong semua orang untuk segera berdiri. Huo Mian dan Zhu Lingling mengikuti dan melihat ke arah pintu masuk. Untuk kepuasannya, dia melihat guru wali kelas mereka yang lama, Ibu Yao, yang rambutnya sekarang mulai beruban... dan, ada juga seorang yang berdiri di samping guru mereka... apakah itu dia?

Pria yang menghilang 7 tahun lalu, pria yang dulunya adalah orang paling penting dalam kehidupan Huo Mian... Dengan muncul di depannya seperti ini, dia tidak memberi persiapan pada dirinya sama sekali, ini seperti sebuah mimpi.

Seluruh tubuh Huo Mian mati rasa, dan otaknya kosong…


Tip: You can use left, right, A and D keyboard keys to browse between chapters.